Gedung SDN Sukasari Pandeglang Nyaris Ambruk

[PANDEGLANG] Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukasari, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, dalam kondisi yang memprihatinkan, dan nyaris ambruk. Namun, ratusan siswa di sekolah itu, tetap menggunakan gedung yang ada untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar kendati setiap hari dihantui perasaan takut.

Gedung yang beratapkan seng itu, beberapa ruang kelasnya (local) sudah dalam keadaan tidak laik pakai karena temboknya sudah pecah, dan beberapa tiang penyangga sudah dalam kondisi lapuk.

Kondisi bangunan sekolah yang lapuk itu terjadi karena termakan usia, dan tidak pernah direnovasi sejak dibangun 27 tahun silam.

Berdasarkan pantuan, Rabu (28/11), dari enam ruang kelas yang ada, tiga di antaranya, yakni ruang kelas I, II  dan III, kondisinya nyaris ambruk.  Sementara, ruang kelas lainnya seperti kelas IV, V dan VI kondisi bangunannya masih terbilang layak untuk digunakan sebagai tempat kegiatan kegiatan belajar mengajar karena pernah direnovasi.

Salah seorang siswa kelas III SDN Sukasari, Rodi (10), mengaku, setiap kali ia dan teman-temannya mengikuti kegiatan belajar mengajar, pasti selalu dihantui perasaan takut dan khawatir, kalau gedung itu secara tiba-tiba runtuh dan menimpa mereka.

“Kami selalu diingatkan oleh orang tua kami dan juga para guru, agar selalu berwaspada ketika mengikuti kegiatan belajar mengajar. Kami takut seperti di daerah lain, ada siswa yang tertimpa balok atau tembok akibat gedung sekolah ambruk,” ujar Rodi.

Sementara, Kepala SDN Sukasari Eti Mimin  mengaku sudah sering melaporkan kondisi sekolaht tersebut ke Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang, namun tidak pernah ada tindak lanjutnya.

“Tiga lokal yakni ruang kelas I, II dan III tidak pernah direnovasi. Kami sering menyampaikannya kepada Dinas Pendidikan Pandeglang, namun hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan. Karena itu, kami mengunakan fasilitas seadanya, sambil kami mengingatkan siswa agar selalu berwaspada selama mengikuti kegiatan belajar mengajar. Kami hanya khawatir, gedung sekolah ini ambruk,” ujarnya.

Eti mengaku sudah capek dan lelah melaporkan secara terus menerus soal keadaan sekolah itu ke pihak Dinas Pendidikan Pandeglang, karena tidak pernah ada respons yang cepat.

“Setiap kali kami melaporkan ke Dinas Pendidikan, kami selalu diminta untuk bersabar menanti giliran pelaksanaan pembangunan. Jangan sampai gedung sekolah yang nyaris ambruk ini akan benar-benar ambruk dan memakan korban. Kami sangat tidak mengharapkan peristiwa itu terjadi, karena itu, sejak awal kami langsung melaporkan kepada Dinas Pendidikan Pandeglang,” kata Eti. [elde]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: