Pemberangkatan 90 Calon TKI Ilegal Asal Banten ke Malaysia Berhasil Digagalkan

[SERANG] Upaya pihak peruhaan Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) ilegal untuk memberangkatkan 1.200 tenaga kerja  ilegal dari berbagai daerah  di Indonesia ke Malaysia digagalkan oleh petugas imigrasi di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Sebanyak 90 orang di antaranya berasal dari Provinsi Banten

Ribuan tenaga kerja itu terlantar selama 18 hari di Tanjung Pinang termasuk 90 warga yang berasal dari tiga kabupaten, Provinsi Banten. Puluhan warga Banten  tersebut akhirnya berhasil dipulangkan ke kampung halamannya.

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Provinsi Banten, Opar Sohari, di Serang, Kamis (22/11) mengatakan, pihaknya mendapat informasi adanya 90 orang warga Banten yang menjadi korban tindakan penipuan calo  tenaga kerja Indonesia (TKI) itu, dari Departemen Sosial (Depsos). Ribuan calon TKI itu dipulangkan dari Tanjung Pinang, setelah melalui proses yang dilakukan Depsos. Keseluruhannya tidak memiliki kelengkapan dokumen untuk berangkat ke luar negeri.

“Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari 90 calon TKI asal Banten itu, mereka dimintai sejumlah uang oleh calo yang memberangkatkan mereka, dengan jumlah dana bervariasi antara Rp3 juta hingga Rp4 juta  per orang. Seluruh calon TKI yang ada tidak memiliki dokumen,” kata Opar  yang didampingi Kepala Seksi Pengawasan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinsosnaker Banten Hamidi.

Opar menjelaskan para calon TKI itu diberangkatkan dari daerahnya masing-masing pada 1 Novenber 2007 lalu, dan tertangkap keimigrasian di Tanjung Pinang. Selanjutnya setelah diproses untuk dipulangkan, baru bisa pulang Senin (19/11) malam. Setibanya di Tanjung Priuk langsung dijemput dan dibawa ke Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Provinsi Banten.

 “Kami sudah pulangkan mereka semua ke daerahnya masing-masing,” ujarnya.

Lebih lanjut Opar merincikan, 90 calon TKI itu berasal dari tiga kabupaten di Banten yakni warga Kabupaten Lebak sebanyak 85 orang, warga Kabupaten Pandeglang empat orang dan satu orang warga Kabupaten Tangerang. Sebanyak 88 orang di antaranya pria, sedangkan dua  orang lainnya perempuan yang berasal dari Pandeglang dan Tangerang.

“Mengenai penanganan secara hukum terhadap calo TKI yang telah memungut sejumlah dana kepada para calon TKI asal Banten itu, kami sudah serahkan kepada Polda Banten. Bahkan ketika para calon TKI itu dipulangkan dan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, petugas dari Polda Banten langsung melakukan pendataan,” ungkapnya.

Menurut Opar, Pemprov Banten melalui Dinsosnaker, telah melakukan penandatanganan kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Polda Banten, yang tertuang dalam MoU Nomor Kep.400/841-DSTK/V/2007, tentang Penegakan Hukum dalam Rangka Penempatan dan Perlindungan TKI di luar negeri.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Banten Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Aminnudin membenarkan adanya kasus tersebut. Ia juga mengaku belum menerima laporan secara resmi dari para korban.

“Dinsosnaker Banten telah melakukan koordinasi dengan Polda Banten, namun para korban belum satu pun yang melaporkan secara resmi ke Polda Banten,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya mengaku akan tetap melakukan pengusutan dan dimungkinkan akan memintai keterangan terhadap korban seputar masalah itu. [elde]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: