Ancaman Kemacetan Kendaraan Truk Terus Membayangi Pelayanan di Pelabuhan Merak

[MERAK] Ancaman terjadinya kemacetan kendaraan truk terus membayangi sistem pelayanan jasa penyeberangan di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten. Beberapa hari lalu, kemacetan terjadi di Merak, karena adanya perbaikan jembatan bergerak (moveable bridge/MB) di Dermaga III Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Saat ini, terjadi kerusakan pada jembatan bergerak di Dermaga I Pelabuhan Merak, sehingga ancaman kemacetan pun akan terus terjadi.

Berdasarkan pantuan, di Pelabuhan Merak, dari Rabu (21/11) malam sekitar pukul 10.00 WIB  hingga Kamis (22/11) siang, kemacetan kendaraan truk terjadi lagi di Pelabuhan Merak.  Ratusan kendaraan truk menumpuk di area parkir di dalam Pelabuhan Merak. Akibatnya para sopir, terpaksa harus bersabar menunggu giliran masuk ke dalam kapal roro.

Salah satu pengemudi truk, Ahmad (35)  ketika ditemui di Pelabuhan Merak, Kamis (22/11) siang mengungkapkan, ia tiba di Pelabuhan Merak, pukul 05.00 WIB, dengan masuk langsung naik kapal dan langsung menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni sehingga bisa melanjutkan perjalan ke Palembang. Namun, karena terjadi antrean kendaraan truk di dalam pelabuhan, maka ia baru bisa naik kapal pada pukul 11.00 WIB siang.

Hal serupa diungkapkan, Situmorang (40), pengemudi truk lainnya dengan tujuan Medan. Ia mengatakan, ia bersabar mengantre di pelabuhan untuk masuk ke dalam kapal selama enam jam.

“Antrean terjadi di dalam pelabuhan karena harus menunggu kapal besar datang,” ujarnya.

Ia mengatkaan, pada Rabu malam antrean truk di luar pelabuhan lumayan panjang. Situasi yang sama terjadi sampai Kamis pagi.

“Kondisi antrean terpadat terlihat di area parkir dekat Dermaga III dan IV. Area parkir dipenuhi truk-truk besar dengan ketinggian muatan lebih dari 3,8 meter.  Kami terpaksa menunggu hingga berjam-jam karena belum ada kapal yang bisa mengangkut truk dengan ketinggian di atas 3,8 meter,” ujar Situmorang.

Berdasarkan data dari Syahbandar Pelabuhan Merak, saat ini KMP Royal Nusantara yang biasa mengangkut truk muatan tinggi tengah menjalani perawatan. Sehingga hanya ada dua kapal, yakni KMP BSP III dan KMP Duta Banten yang bisa melayani penyeberangan bagi truk dengan ketinggian muatan melebihi 3,8 meter.

Selain Royal Nusantara, kemarin, KMP Nusa Bahagia dan KMP Nusa Setia juga tidak beroperasi karena tengah menjalani perawatan.   Begitu pula KMP BSP II dan BSP I, tidak beroperasi karena tengah menjalani perawatan mesin. Sementara, jumlah kapal yang dioperasikan  saat ini sebanyak 18 kapal.

Perbaikan Jembatan Bergerak

Sementara itu, sejumlah pekerja mulai mempersiapkan perbaikan jembatan bergerak Dermaga I Pelabuhan Merak. Rencananya, Dermaga I mulai diperbaiki pada 25 November hingga 4 Desember 2007 mendatang.

Ketika dimintai konfirmasi, Manager Operasional PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Pelabuhan Merak, Endin Juhaendi, Kamis (22/11) malam menjelaskan, penumpukan kendaraan dalam area pelabuhan itu hal yang wajar dan biasa terjadi setiap hari, karena para sopir ada yang beristirahat.

“Tidak ada kemacetan. Penumpukan truk itu bukan karena kurangnya kapal yang beroperasi, namun karena sopir sendiri yang memilih untuk beristirahat, baik itu untuk minum kopi, mandi, dan tidur,” ujarnya.

 

Sedangkan terkait perbaikan jembatan bergerak di Dermaga I, Endin mengatakan, PT ASDP Merak sudah menyiapkan kapal-kapal besar untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan.

“Kami akan mengoptimalkan tiga dermaga yang ada, agar bisa melayani 60-65 trip  per hari selama perbaikan jembatan bergerak itu,” katanya.

Selain itu, katanya, PT ASDP juga akan mengoperasikan sejumlah kapal yang memiliki kapasitas angkut besar, seperti KMP Tribuana, BSP III, Duta Banten, Raja Basa, Mitra Nusantara, dan sebagainya.

Sementara itu Kepala Adminitrator Pelabuhan (Adpel) Banten Dalle Effendi, dengan tiga dermaga yang tersisa, jumlah kapal yang dioperasikan hanya berkisar 12-15 per hari.

“Dalam satu hari, satu dermaga itu maksimal bisa digunakan untuk sandar lima kapal saja. Jadi, kalau hanya tiga dermaga yang buka berarti kapal yang bisa dioperasikan paling banyak 15 kapal per hari,” ujarnya.

Oleh karena itu, Adpel mengusulkan agar perbaikan dermaga ditunda, atau waktunya dipersingkat menjadi tiga hari saja. Sebab biasanya, menjelang natal dan tahun baru seperti sekarang ini, volume kendaraan yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Merak akan bertambah banyak. Perbaikan bisa dilakukan pada saat arus kendaraan normal.

“Kalau saya lihat di lapangan, sampai saat ini jembatan bergerak Dermaga I masih dilintasi kendaraan. Jadi sebaiknya, perbaikan jangan dilakukan sekarang. Untuk sementara, Dermaga I bisa digunakan khusus bagi kendaraan pribadi,” tutur Dalle. [elde]

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: