BK DPRD Banten Menilai Banyak Anggota Dewan Tidak Disiplin

[SERANG] Badan Kehormatan (BK) DPRD Banten menilai ada begitu banyak anggota dewan yang tidak disiplin dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat, baik itu dari tingkat ketidakdisiplinan dalam skala ringan maupun skala berat yang tidak bisa ditoleransi lagi.

Ketua BK DPRD Banten Edy Mulyadi di Serang, Selasa (20/11) menjelaskan, pihaknya sudah memiliki data yang cukup akurat terkait persoalan ketidakdisiplinan anggota DPRD Banten.

“Kami sedang melakukan inventarisasi nama-nama anggota dewan yang tidak disiplin. Nanti kita akan tahu, siapa saja yang tidak displin itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ketidakdisiplinan anggota dewan lebih banyak soal kehadiran dalam mengikuti rapat paripurna dan rapat-rapat lainnya baik di tingkat Panitia Khusus (Pansus) atau lainnya.

“Kita sering lihat rapat paripurna sering tidak tepat waktu. Itu semua karena menunggu kehdairan anggota dewan agar dapat memenuhi kuorum. Apalagi dalam rapat Pansus, dari jumlah 28 orang anggota, yang hadir biasanya di bawah 10 orang,” katanya.

Ia mengaku prihatin dengan kondisi ini, padahal pihaknya sudah beberapa kali mengingatkan baik secara tertulis melalui pimpinan fraksi maupun secara lisan kepada yang bersangkutan. Namun sepertinya belum bisa menggugah anggota dewan untuk meningkatkan kedisiplinannya.

“Kadang kita sering malu dengan eksekutif yang selalu memenuhi undangan kita dalam setiap rapat, sementara anggota dewannya jarang yang hadir,” ungkapnya.

Namun, ia mengaku BK tidak dapat berbuat banyak karena belum memiliki tata cara pemanggilan dan sanksi apa yang akan diberikan bagi anggota dewan yang dianggap tidak disiplin.

“Kendati selama ini kinerja BK tidak terlihat, namun monitring dan evaluasi tetap kami lakukan. Kami juga sedang menyiapkan data kahadiran dari bulan Januari sampai Oktober 2007 ini,” katanya.

Ia juga mengaku mendapatkan satu pengaduan dari partai politik tingkat Kabupaten Pandeglang yang meminta agar anggota dewan dari partainya dilakukan pergantian antar waktu (PAW) dengan alasan masalah internal partai mereka.

“Namun BK tidak bisa menindaklanjutinya, karena urusan pergantian itu adalah fraksi yang bersangkutan. Kalau ada surat dari fraksinya, mungkin bisa ditindaklanjuti langsung pimpinan dewan,” katanya.

Ia berjanji akan mengumumkan kepada publik tingkat kedisiplinan anggota dewan, setelah seluruh data yang ada selesai diiventarisasi.

Sebelumnya, BK DPRD Banten diminta melakuan evaluasi terhadap kinerja anggota DPRD Banten, terutama tingkat kehadiran dan kedisiplinan anggota dalam melaksanakan fungsi, tugas dan kewajibannya.

Permintaan itu disampaikan Ketua DPRD Banten Ady Surya Dharma melalui surat bernomor 162.4/DPRD/1811/X/2007 tanggal 13 November 2007 prihal Peningkatan

Disiplin Anggota DPRD yang ditujukan kepada Ketua BKD dan ditembuskan kepada seluruh Ketua Fraksi di DPRD Banten.

Menurut Ady dalam surat yang ditandatanganinya, berdasarkan pantauan pimpinan dan Panitia Musyawarah (Panmus) DPRD Banten, kinerja dan tingkat kehadiran anggota dewan sangat buruk, baik dalam kegiatan internal maupun atas undangan pihak lain. [elde]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: